Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dubes India Dituduh Terlibat Jaringan Kriminal di Kanada

Dubes India Dituduh Terlibat Jaringan Kriminal di Kanada

Awal pekan ini, Kepala Kepolisian Kerajaan Kanada (Royal Canadian Mounted Police) menuduh seorang diplomat senior India terlibat dalam jaringan kriminal yang telah memaksa dan membunuh warga Kanada yang mendukung pemisahan Sikh.

Menurut laporan berita, pejabat Kanada menyatakan bahwa diplomat India telah mengumpulkan informasi tentang anggota diaspora Sikh di Kanada. Informasi tersebut kemudian diserahkan kepada Research and Analysis Wing (RAW) India, yang merupakan badan intelijen negara itu, untuk mengidentifikasi target-target tertentu. Salah satu pejabat bahkan dilaporkan menyebutkan bahwa operasi ini telah disetujui oleh sekretaris dalam negeri India. Namun, pejabat India membantah tuduhan tersebut.

Sebagai respons terhadap tuduhan ini, pemerintah Kanada segera memerintahkan diplomat India dan sejumlah orang lainnya untuk meninggalkan negara itu. Perdana Menteri Kanada menyatakan, “Kami tidak dapat membiarkan apa yang kami lihat saat ini.”

Sebagai balasan, pejabat India juga membantah tuduhan tersebut dan mengusir enam diplomat Kanada yang berbasis di New Delhi dari India.

Ketegangan ini semakin meningkat seiring dengan tuduhan lebih lanjut dari Kanada mengenai keterlibatan India dalam pembunuhan di negara tersebut. Situasi ini dapat berdampak pada hubungan antara Kanada dan sekutu-sekutu seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Peristiwa ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan internasional, terutama ketika menyangkut isu-isu yang melibatkan keamanan dan hak asasi manusia. Banyak orang di seluruh dunia akan memperhatikan perkembangan selanjutnya dari situasi ini, khususnya bagi masyarakat Sikh yang berada di luar India.

library_books Theeconomist