Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Australia Terapkan Aturan "Hak untuk Memutuskan Hubungan" dari Pekerjaan

Australia baru saja memberlakukan aturan baru yang dikenal sebagai "hak untuk memutuskan hubungan" dari pekerjaan. Aturan ini memberikan hak kepada karyawan untuk tidak membalas email atau telepon setelah jam kerja mereka selesai tanpa merasa takut akan hukuman dari atasan.

Sebelum aturan ini diberlakukan, banyak karyawan merasa tertekan untuk selalu tersedia untuk pekerjaan, bahkan di luar jam kerja mereka. Dengan adanya hukum ini, karyawan memiliki hak untuk tidak merespons pesan kerja setelah mereka telah menyelesaikan tugas mereka untuk hari itu.

Meski demikian, perusahaan tetap dapat menghubungi karyawan di luar jam kerja. Namun, hukum ini memberikan keleluasaan kepada para karyawan untuk tidak menanggapi, asalkan tidak ada permintaan yang tidak wajar untuk melakukannya. Misalnya, jika ada situasi darurat yang memerlukan perhatian segera.

Jika Australian Fair Work Commission (FWC) menilai bahwa penolakan seorang karyawan untuk menjawab permintaan di luar jam kerja adalah tidak wajar, maka FWC dapat memerintahkan mereka untuk merespons. Hal ini menunjukkan adanya pengawasan dan perlindungan terhadap hak-hak karyawan di Australia.

Menariknya, lebih dari 20 negara, terutama yang berada di Eropa dan Amerika Latin, telah menerapkan aturan serupa. Aturan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, sehingga karyawan dapat lebih fokus pada kesejahteraan mereka.

Aturan baru ini sangat diperhatikan oleh publik dan menjadi topik utama perbincangan, terutama mengenai konsekuensi yang mungkin dihadapi karyawan jika mereka tidak mematuhi perintah FWC.

library_books Bbcnews