Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Surat Terakhir untuk Presiden Jokowi dari Aksi Kamisan

Jakarta, 18 Oktober 2024 – Aksi Kamisan, sebuah gerakan yang memperjuangkan hak asasi manusia (HAM), mengirimkan surat terakhir kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Surat ini menjadi simbol tuntutan mereka untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat di Indonesia.

Dalam surat yang disampaikan, Aksi Kamisan mengungkapkan kekecewaannya terhadap terpilihnya seorang terduga pelanggar HAM berat sebagai calon presiden berikutnya. Menurut mereka, fakta ini menunjukkan bahwa tuntutan untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM menjadi semakin mendesak.

"Fakta bahwa terduga pelanggar HAM berat yang terpilih menjadi Presiden selanjutnya membuat surat yang berisi tuntutan menjadi tidak perlu lagi dituliskan. Karena sudah sangat jelas, kita akan terus berdiri menuntut pelanggaran berat HAM dituntaskan," demikian pernyataan dari Aksi Kamisan.

Surat tersebut menekankan pentingnya keadilan bagi korban pelanggaran HAM. Aksi Kamisan menyerukan kepada masyarakat untuk tidak diam dan terus memperjuangkan hak-hak korban. Mereka menekankan, "Hidup Korban! Jangan Diam! LAWAN!!!"

Aksi Kamisan juga mengajak masyarakat untuk mengunduh Surat Terakhir mereka melalui situs resmi KontraS. Hal ini sebagai bentuk dukungan dan partisipasi dalam memperjuangkan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.

Gerakan Aksi Kamisan sudah lama berjuang untuk menuntut keadilan, dan dengan surat terakhir ini, mereka berharap suara mereka semakin didengar. Mereka percaya bahwa keadilan akan tercapai jika semua pihak bersatu dan berani berbicara.

Dengan adanya surat ini, Aksi Kamisan berharap dapat memicu lebih banyak diskusi dan tindakan tentang pentingnya penegakan HAM di Indonesia. Mereka ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam memperjuangkan keadilan.

Surat ini menjadi penanda bahwa perjuangan untuk HAM di Indonesia masih jauh dari selesai. Aksi Kamisan akan terus berjuang hingga keadilan bagi korban pelanggaran HAM dapat tercapai.

library_books Kontras Update