Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Bunuh Pemimpin Hamas di Rafah, Ketegangan Meningkat

Rafah, 17 Oktober 2024 - Pada hari Kamis, Israel mengumumkan bahwa militer mereka telah membunuh pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, di kawasan Tal al-Sultan di Rafah, Gaza. Kematian Sinwar ini menjadi sorotan di tengah konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Menurut Israel, mereka berhasil mengidentifikasi tubuh Sinwar menggunakan tes DNA. Mereka juga merilis rekaman drone yang diklaim menunjukkan momen terakhir pemimpin Hamas tersebut, di mana ia terlihat mengenakan pakaian militer dan dalam keadaan terluka.

Pernyataan ini bertentangan dengan klaim sebelumnya dari Israel yang menyatakan bahwa Sinwar bersembunyi di antara sandera Israel di dalam sistem terowongan rumit milik Hamas.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa pembunuhan Sinwar dapat membantu mengakhiri perang Israel di Gaza. Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan dalam sebuah pernyataan video bahwa mereka akan terus melanjutkan pertempuran di Gaza. Mantan anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz, juga menyatakan bahwa Israel akan tetap beroperasi di Gaza "selama bertahun-tahun" mendatang.

Sementara itu, di Lebanon, kelompok Hezbollah mengklaim telah membunuh 55 tentara Israel dan melukai sekitar 500 lainnya. Mereka juga mengklaim telah menghancurkan 20 tank Israel dan dua drone Hermes. Hezbollah mengumumkan bahwa mereka memasuki "fase baru dan meningkat" dalam perjuangan mereka melawan Israel.

Berikut adalah beberapa perkembangan penting lainnya pada hari ini:

  • Menlu AS Antony Blinken sedang merencanakan kunjungan ke Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan untuk mendorong perjanjian penyanderaan di Gaza.
  • Dinas perlindungan sipil Palestina melaporkan bahwa setidaknya 10 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di sebuah rumah di kamp Maghazi, Gaza tengah.
  • Militer Israel mengumumkan bahwa lima tentara mereka tewas di selatan Lebanon.
  • Kementerian kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sejak Oktober lalu, 2.412 orang telah tewas akibat serangan pasukan Israel, sementara 11.285 orang lainnya terluka.
  • Fadi al-Wahidi, seorang jurnalis Palestina yang tertembak oleh pasukan Israel minggu lalu, kini berada dalam keadaan koma.
  • Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, menyatakan bahwa mereka telah menargetkan sekelompok tentara Israel di al-Rayyan, Rafah dengan meledakkan sebuah terowongan yang telah dipasangi bahan peledak.

Ketegangan di wilayah ini semakin meningkat dengan berbagai kejadian yang menyusul pembunuhan Yahya Sinwar, dan dunia internasional terus memantau situasi ini dengan seksama.

library_books Middleeasteye