Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkomitmen untuk memastikan semua daerah di Indonesia memiliki akses internet yang merata. Mereka menargetkan untuk menghilangkan daerah tanpa akses internet, atau yang disebut zero blank spot, pada tahun 2025.
Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Prabu Revolusi, pihaknya telah membangun lebih dari 5.600 menara pemancar (BTS) 4G di 4.063 titik layanan publik. Dia berharap ketersediaan internet bisa mencapai 100 persen di seluruh Indonesia.
"Pemerataan masih menjadi prioritas karena targetnya di tahun 2025 ini kita ingin mencapai zero blank spot. Jadi sebetulnya kalau bicara daerah yang sudah terpapar oleh akses internet sudah hampir 100 persen, tepatnya 98 persen," jelas Prabu dalam sebuah talkshow bertajuk Transformasi Digital: Internet di Tapal Batas pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Prabu menambahkan, jika semua lapisan masyarakat dapat mengakses internet, maka mereka bisa memanfaatkan internet untuk meningkatkan kualitas hidup. Hal ini mencakup berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan budaya.
Sejak tahun 2014, program pemerataan akses internet telah menjadi fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Upaya ini mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang masif, termasuk jaringan kabel serat optik dan BTS.
Saat ini, pemerintah juga menggelar proyek jaringan kabel serat optik Palapa Ring yang memiliki panjang mencapai 12.300 km. Dengan adanya 5.600 BTS 4G yang dibangun, kecepatan akses internet di Indonesia telah meningkat drastis dari 2,4 megabit per detik (mbps) menjadi 26 mbps.
Dengan upaya ini, diharapkan akses internet yang lebih baik dapat membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan mereka, menjadikan internet sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Kemenkominfo akses internet zero blank spot BTS 4G Palapa Ring