Sebuah kelompok advokasi hukum, International Centre for Justice for Palestinians (ICJP), telah mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Inggris, Richard Hermer KC. Dalam surat tersebut, mereka meminta agar status amal cabang Inggris dari Dana Nasional Yahudi (JNF) Israel dicabut. Alasan utama di balik permintaan ini adalah keterlibatan JNF UK dalam pendanaan pemukiman ilegal dan militer Israel.
JNF UK merupakan cabang dari organisasi Israel yang dikenal sebagai Keren Kayemeth LeIsrael atau Dana Nasional Yahudi. Organisasi ini didirikan lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1901, dengan tujuan membeli tanah di Palestina. Namun, selama bertahun-tahun, JNF diketahui terlibat dalam pengusiran warga Palestina dan kerusakan lingkungan di Wilayah Pendudukan Palestina.
Sebagai organisasi amal terdaftar, JNF UK berhak menerima pengurangan pajak untuk donasi yang diterimanya. Hal ini menjadi fokus perhatian bagi ICJP, yang menegaskan bahwa Hermer memiliki tanggung jawab sebagai pelindung sektor amal di Inggris untuk memastikan bahwa organisasi amal tidak terlibat dalam kegiatan ilegal.
ICJP juga mencatat keputusan baru-baru ini dari Badan Pendapatan Kanada yang mencabut status amal JNF Kanada. Keputusan ini dibuat setelah audit keuangan menunjukkan bahwa donasi JNF Kanada telah digunakan untuk membangun infrastruktur militer.
Surat ini muncul setelah serangkaian keluhan yang diajukan kepada Komisi Amal di Inggris. Keluhan tersebut menyoroti bahwa beberapa organisasi yang berbasis di Inggris telah memfasilitasi donasi dan Gift Aid untuk mendanai peperangan Israel di Gaza serta ekspansi pemukiman ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
Pada bulan Desember, kelompok-kelompok kampanye juga meminta Komisi Amal untuk menyelidiki tindakan Friends of the Association for the Wellbeing of Israel’s Soldiers yang mengumpulkan dana untuk tentara Israel yang bertempur di Gaza.
JNF UK pemukiman ilegal advokasi hukum