Skadron Udara 1 TNI Angkatan Udara menggelar latihan terbang malam untuk meningkatkan kemampuan para penerbang. Latihan ini berlangsung di Training Area Lanud Supadio pada hari Senin, 14 Oktober 2024.
Latihan terbang malam ini dilakukan secara rutin dan bertujuan untuk mengasah keterampilan para penerbang, yang dikenal dengan nama Elang Khatulistiwa, saat melakukan manuver di malam hari. Kegiatan ini sangat penting karena saat malam hari, visibilitas atau jarak pandang menjadi terbatas.
Komandan Wing Udara 7 Lanud Supadio, Kolonel Pnb Agung Indrajaya, M.Sc., mengingatkan semua peserta latihan agar selalu menjaga keselamatan. Ia mengungkapkan, “Tetap utamakan safety sebagai prioritas utama. Laksanakan latihan sesuai prosedur yang berlaku dan laporkan setiap kendala yang dihadapi.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya keselamatan dalam setiap latihan penerbangan.
Latihan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 14 hingga 16 Oktober 2024. Fokus utama latihan adalah untuk mengembangkan kemampuan penerbang dalam melakukan manuver udara di malam hari. Hal ini diharapkan dapat mempersiapkan para penerbang untuk menghadapi misi operasi yang lebih kompleks di masa depan.
Dengan latihan ini, Komandan Wing Udara 7 berharap para peserta dapat mengoptimalkan kemampuan mereka dan menunjukkan performa terbaik ketika terbang di malam hari. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya TNI Angkatan Udara untuk terus meningkatkan kualitas dan kesiapan para penerbangnya.
Latihan terbang malam ini menjadi salah satu bentuk komitmen TNI Angkatan Udara untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah udara Indonesia. Diharapkan, dengan latihan yang intensif ini, para penerbang dapat lebih siap menghadapi tantangan yang ada.
"TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati," adalah semboyan yang menunjukkan kedekatan TNI Angkatan Udara dengan masyarakat dan komitmennya untuk melindungi tanah air.
latihan terbang malam Skadron Udara 1 Lanud Supadio