Magetan, 16 Oktober 2024 - Pendopo Surya Graha Magetan menjadi tempat berlangsungnya Doa Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Haul ke-2 Ki Mageti. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Plt Kalaksana BPBD, dan Kepala BKPSDM, serta masyarakat dari Kabupaten Magetan dan sekitarnya.
Acara dimulai dengan sholawat dan doa bersama. Para tamu menikmati soto kebo dan kerupuk lempeng khas Magetan yang disajikan sepanjang acara. Makanan tersebut tidak hanya memperkenalkan kuliner khas daerah, tetapi juga menambah suasana keakraban di antara peserta.
Kyai Nur Khomari, selaku panitia Kyai Kampung, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. "Saya berharap tradisi seperti ini dapat terus dilanjutkan sebagai sarana silaturahmi antarwarga. Semoga dengan menyajikan soto kebo dan kerupuk lempeng, kita bisa meningkatkan ekonomi di Magetan," ujarnya. Ia juga berharap agar haul Ki Mageti dapat terus berlanjut dan mempererat hubungan antarwarga.
Pj. Bupati Kabupaten Magetan, yang diwakilkan oleh Pj. Sekretaris Daerah, dalam sambutannya menekankan pentingnya pagelaran wayang kulit sebagai puncak acara. "Wayang kulit adalah salah satu bentuk seni yang kaya akan filosofi dan makna. Pertunjukan ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal. Dengan menyaksikan pagelaran ini, kita melestarikan tradisi yang telah ada sejak lama," tegasnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan gunungan oleh Pj. Sekretaris Daerah kepada dalang, menandai dimulainya pagelaran wayang kulit. Pertunjukan ini berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.
Pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi media untuk melestarikan budaya dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Magetan sangat menghargai dan melestarikan tradisi budayanya.
Magetan Doa Bersama Pagelaran Wayang Kulit Ki Mageti Budaya