Propaganda memiliki peran yang kuat dalam menentukan kondisi manusia, terutama ketika mereka berada dalam situasi ketidakadilan sosial. Alat ini dapat menggerakkan masyarakat untuk mengambil tindakan. Namun, ada yang berpendapat bahwa propaganda juga mengandung unsur kebencian terhadap orang lain.
Theodor W. Adorno, seorang filsuf Jerman yang lahir pada 11 September 1903, adalah sosok penting dalam kajian teori kritis. Ia terkenal karena kritiknya terhadap sistem sosial dan eksperimen pemikiran yang membantu memahami dinamika di masyarakat. Dalam salah satu karyanya yang berjudul Dialektika Pencerahan, Adorno menggambarkan bagaimana masyarakat sering berjuang untuk memahami kebijakan yang seharusnya muncul dari dialog yang saling menghormati. Menurutnya, anggapan ini sering kali hanya menjadi "fraseologi kosong" yang tidak menyentuh inti permasalahan.
Adorno tergabung dalam Frankfurt School, yang terkenal dengan pemikirannya yang mendalam tentang kebudayaan dan politik. Ia percaya bahwa perilaku masyarakat sering kali dipengaruhi oleh sikap dan ideologi yang ditanamkan melalui budaya massa. Adorno juga dikenal sebagai kritikus dari berbagai bentuk dominasi, termasuk fasisme, dan menganggap budaya sebagai alat yang dapat memperkuat atau menentang sistem keadilan sosial.
Menurut Adorno, masyarakat telah mencapai keadaan di mana pelestarian diri menjadi tidak terpisahkan dari pengorbanan yang disetujui secara sosial. Dia mengamati berbagai aspek “primitif” dalam perilaku manusia dan bagaimana keinginan untuk meniru serta berempati bisa berdampak buruk. Ini adalah cara pandangnya untuk memahami realitas, di mana ia berupaya melawan segala sistem yang mendominasi dengan cara mengembalikan manusia ke kondisi barbar.
Adorno berpendapat bahwa untuk mengatasi ketidakadilan, kita harus memahami bagaimana hidup bisa lebih dari sekadar perjuangan untuk melangsungkan kehidupan. Di dalam kitabnya Negative Dialectics, ia menyatakan bahwa prinsip pelestarian diri hanyalah "hukum kebinasaan yang selama ini dipatuhi oleh sejarah."
Melalui karyanya, Adorno berusaha mempertanyakan aturan ini dan mendorong masyarakat untuk berpikir kritis tentang kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, ajarannya tetap relevan dalam membahas isu-isu ketidakadilan sosial saat ini.
Propaganda ketidakadilan sosial Theodor Adorno