Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dua Saudara Sudan Didakwa Serangan Siber Besar-besaran

Dua saudara asal Sudan, Ahmed dan Alaa Omer, kini menghadapi tuduhan serius setelah diduga terlibat dalam serangkaian serangan siber besar-besaran. Menurut Departemen Kehakiman AS (DOJ), mereka terlibat dalam kelompok hacktivis yang dikenal sebagai Anonymous Sudan. Serangan yang mereka luncurkan dianggap sangat kuat dan kejam, menargetkan berbagai institusi penting, termasuk puluhan rumah sakit di berbagai negara dan sistem peringatan rudal di Israel.

Pada hari Rabu, DOJ mengungkapkan bahwa kedua saudara ini didakwa melakukan lebih dari 35.000 serangan distributed denial-of-service (DDoS). Serangan ini tidak hanya menyebabkan gangguan pada situs web dan sistem jaringan, tetapi juga berpotensi menyebabkan cedera fisik. Salah satu dari mereka kini didakwa dengan tambahan tuduhan berusaha menyebabkan kematian dan cedera fisik.

Serangan DDoS adalah metode di mana banyak komputer digunakan untuk membanjiri suatu server dengan permintaan, sehingga membuatnya tidak dapat diakses. Dalam kasus ini, target serangan termasuk layanan cloud Microsoft Azure, ChatGPT dari OpenAI, serta berbagai perusahaan video game dan media. Bahkan, mereka juga menyerang bandara dan institusi pemerintah seperti Pentagon, FBI, dan Departemen Kehakiman AS sendiri.

Tindakan mereka dianggap sebagai bagian dari ideologi hacktivisme, upaya pemerasan, atau sebagai layanan serangan siber yang mereka tawarkan untuk mendapatkan keuntungan. Para penegak hukum AS mengatakan bahwa kedua saudara ini tidak hanya merugikan banyak organisasi, tetapi juga membahayakan keselamatan publik dengan memilih target-target yang sangat sensitif.

Kasus ini menyoroti risiko yang dihadapi oleh banyak institusi di era digital saat ini, di mana serangan siber dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang terlihat. Penegakan hukum akan terus menyelidiki tindakan mereka dan berupaya untuk menuntut keadilan bagi para korban.

library_books Wired