Jelang peringatan Hari Jadi Ke-830 Kabupaten Trenggalek, Bupati Mochamad Nur Arifin bersama Wakil Bupati Syah M. Natanegara dan jajaran Forkopimda melakukan ziarah ke makam para leluhur. Ziarah ini merupakan tradisi rutin setiap tahun yang bertujuan untuk menghormati jasa-jasa para pendahulu dan mendoakan mereka.
Rangkaian ziarah dimulai di Makam Mbah Kawak di Kauman Ngantru. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Makam Setono Gedong, juga di Ngantru, yang merupakan tempat peristirahatan Bupati Trenggalek I dan II beserta keluarganya. Selanjutnya, ziarah diarahkan ke Makam Menak Sopal di Bagong Ngantru. Tidak ketinggalan, mereka juga mengunjungi Makam Girilaya Kamulyan di Desa Kamulan, Durenan. Rombongan menutup ziarah di Makam Setono Girimulyo Karangan, tempat dimakamkannya beberapa Bupati Trenggalek lainnya.
Bupati Nur Arifin mengungkapkan, “Ziarah makam ini rutin kita adakan. Semoga semangatnya membangun Trenggalek ini turun temurun. Kemudian kita minta karomah-katomah beliau, semoga nyiprat ke generasi penerus-penerus sekarang.” Dalam konteks ini, "karomah" berarti keutamaan atau kemuliaan yang dimiliki oleh para leluhur, sedangkan "nyiprat" berarti mengalir atau memberikan pengaruh positif.
Tema peringatan Hari Jadi Ke-830 ini adalah “Pinayungan Kaluhuran.” Menurut Bupati, tema ini menggambarkan harapan agar seluruh masyarakat Trenggalek bisa hidup adil dan makmur. “Luhur itu makomnya atau derajatnya ditinggikan oleh Allah YME,” tambahnya.
Dengan semangat bersama, masyarakat Trenggalek diharapkan dapat mengingat sejarah dan bertekad untuk melanjutkan pembangunan daerah yang lebih baik.
ziarah Trenggalek Hari Jadi tradisi Bupati