Pagi hari Jumat, pemerintah Jerman melaksanakan penerbangan pemulangan ke Afghanistan, sebuah tindakan yang telah direncanakan selama beberapa minggu. Penerbangan ini mengangkut sejumlah individu yang merupakan warga negara Afghanistan. Menurut seorang juru bicara pemerintah, semua orang yang dipulangkan adalah pelanggar hukum yang tidak memiliki hak untuk tinggal di Jerman.
Kategori pelanggar hukum ini adalah mereka yang telah dijatuhi hukuman dan sudah menjalani setidaknya dua pertiga dari masa hukuman mereka di Jerman. Ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang menyatakan bahwa pelanggar hukum seharusnya hanya dipulangkan setelah menyelesaikan sebagian besar hukuman mereka. Keputusan ini diambil dalam konteks diskusi yang berlangsung di Bundestag, terutama setelah insiden serangan di Solingen.
Pemerintah Jerman mengklaim telah melakukan persiapan untuk menjamin keamanan individu yang dipulangkan. Namun, rincian mengenai langkah-langkah spesifik dan kesepakatan yang dibuat tidak dapat diumumkan oleh juru bicara pemerintah. Reportase dari studio ARD di ibu kota menyebutkan bahwa lebih dari sepuluh individu tersebut dibebaskan segera setelah tiba di Kabul, ibu kota Afghanistan.
Menanggapi situasi ini, Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, menekankan bahwa tidak ada pembicaraan langsung antara pemerintah Jerman dan Taliban, kelompok yang sekarang menguasai Afghanistan. Ia mengatakan, "Namun, kami dapat melaksanakan ini dengan bantuan mitra lainnya." Selain itu, Lamya Kaddor, seorang anggota Bundestag dari partai Hijau, menyatakan bahwa tidak ada perwakilan dari pemerintah Jerman yang hadir dalam penerbangan tersebut. Penerbangan ini diatur dan diamankan oleh pihak berwenang dari Qatar, bukan oleh otoritas Jerman.
pemulangan Jerman Afghanistan pelanggar hukum