Sky News baru-baru ini menjadi sorotan setelah mempublikasikan judul berita yang memicu kemarahan di media sosial. Pada hari Senin, mereka menayangkan berita dengan judul yang menyebutkan "Israel menyebut nama tentara remaja yang terbunuh dalam serangan Hezbollah - sementara '23 tewas' di serangan sekolah Gaza". Judul ini menjadi masalah karena menyebut tentara sebagai remaja dan tidak menjelaskan bahwa serangan terhadap sekolah dilakukan oleh militer Israel.
Reaksi negatif dari publik muncul karena judul tersebut menyiratkan bahwa Israel tidak bertanggung jawab atas serangan yang mengakibatkan kematian di Gaza. Selain itu, judul tersebut juga menempatkan kematian warga Palestina dalam tanda kutip, yang membuat banyak orang merasa bahwa ini tidak menunjukkan empati yang seharusnya. Hingga pukul 15:00 waktu Inggris, judul ini masih terpampang di laman berita Sky News.
Setelah mendapatkan banyak kritik, Sky News akhirnya mengubah judulnya menjadi, "Israel menyebut nama tentara yang terbunuh dalam serangan drone Hezbollah - sementara 23 tewas di serangan sekolah Gaza". Perubahan ini dilakukan sebagai respon atas kemarahan masyarakat yang terus berkembang di platform media sosial.
Pada hari Minggu malam, sebuah segmen berita Sky News yang berdurasi lebih dari tiga menit juga mendapatkan banyak kritik. Banyak yang menilai bahwa segmen tersebut gagal menyebutkan bahwa serangan itu ditujukan pada sebuah pangkalan militer, sehingga memberi kesan bahwa Hezbollah menyerang warga sipil. Seorang jurnalis bernama Sana Saeed mengungkapkan pendapatnya di X, "Menjadikan seolah-olah Hezbollah menyerang warga sipil adalah upaya yang jelas untuk terus membenarkan perang AS-Israel di Lebanon."
Selain itu, sebuah pos di X oleh The Telegraph juga menyebut tentara yang terbunuh sebagai "tentara remaja" dan mencantumkan nama mereka. Kritik terhadap cara media meliput serangan Hezbollah menyebar dengan cepat di dunia maya pada malam hari itu dan sepanjang hari Senin.
Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya media untuk menyampaikan berita dengan hati-hati dan adil, terutama ketika berkaitan dengan konflik yang melibatkan banyak nyawa.
Sky News berita serangan Hezbollah kematian di Gaza kontroversi