Australia akan menyambut kedatangan Raja Charles III pada 18 Oktober 2024, dan kunjungan ini menjadi sorotan karena dilatarbelakangi oleh kampanye baru dari Australian Republican Movement (ARM). Kampanye ini menyebut kunjungan Raja sebagai "tur perpisahan" bagi monarki Inggris.
Kunjungan ini adalah yang pertama dalam lebih dari satu dekade, yang membuat banyak warga Australia merasa perlu untuk berdiskusi tentang peran monarki di negara mereka saat ini. ARM menggunakan berbagai media untuk menyebarkan pesan mereka, termasuk poster satir, kaos, dan barang-barang lainnya. Dalam materi kampanye tersebut, Raja Charles, Ratu, dan Pangeran Wales digambarkan seperti bintang rock yang sudah menua, dengan ajakan kepada rakyat Australia, baik yang muda maupun yang tua, untuk "melambaikan selamat tinggal pada pemerintahan kerajaan".
Menurut ARM, kampanye ini bertujuan untuk memicu perdebatan mengenai relevansi monarki di Australia modern. Namun, reaksi dari kelompok pendukung monarki, Australian Monarchist League, menunjukkan bahwa mereka tidak setuju dengan pendekatan ini. Mereka menyebutkan polling yang dilakukan oleh ARM sebagai "dibesar-besarkan" dan mengkritik kampanye baru ini sebagai "sama sekali tidak menghormati Charles, mengingat perjuangannya melawan kanker".
Ketua Nasional Philip Benwell menambahkan, "Dia seharusnya dipuji atas keberaniannya, bukan dihina."
Kunjungan Raja Charles juga bisa menjadi momen penting bagi Australia untuk merefleksikan hubungan mereka dengan monarki Inggris. Masyarakat diharapkan dapat terlibat dalam diskusi yang konstruktif mengenai masa depan monarki di negara tersebut. Sementara itu, perhatian publik tertuju pada reaksi Raja Charles terhadap kampanye ini, yang dapat dibaca lebih lanjut melalui tautan di bio @BBCNews.
Dengan adanya kampanye ini, tampaknya Australia sedang berada di ambang perubahan, dan masyarakat akan menentukan bagaimana mereka ingin melangkah ke depan dalam hubungan mereka dengan monarki.
Australia King Charles monarchy campaign ARM