Jakarta, 15 Oktober 2024 – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memproyeksikan bahwa konsumsi energi di Indonesia akan meningkat pesat selama pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan sebesar 8 persen per tahun.
Direktur Manajemen Risiko Pertamina NRE, Iin Febrian, menjelaskan bahwa permintaan energi di Indonesia sudah mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa proyeksi kenaikan konsumsi energi bisa mencapai 2,7 persen pada tahun 2058, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi makro Indonesia rata-rata 5 persen.
"Namun, dengan target pemerintah yang baru mencanangkan pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen, kami memprediksi bahwa permintaan energi akan jauh lebih besar lagi dibandingkan proyeksi kami sebelumnya," kata Iin Febrian saat acara Repnas National di Jakarta.
Pertamina, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor minyak dan gas bumi, diharapkan untuk bekerja lebih keras dalam memenuhi permintaan pasar. Iin menekankan bahwa pemenuhan pasokan energi tidak hanya dilihat dari jumlah, tetapi juga dari kualitas, khususnya dalam hal bauran energi atau energi mix yang mencakup energi baru dan terbarukan (EBT).
"Kita perlu mendorong tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari sisi kualitas untuk energi baru dan terbarukan. Energi mix ini yang harus kita kembangkan lebih lanjut," tuturnya.
Pertamina NRE bersama lima subholding lainnya diberi amanah untuk memastikan ketahanan energi nasional, mendukung arah strategis pemerintah baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.
Meskipun demikian, Iin menyampaikan bahwa Pertamina masih menghadapi tiga tantangan utama: ketersediaan energi, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi.
Dengan semakin meningkatnya konsumsi energi, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk menemukan solusi yang tepat agar kebutuhan energi dapat terpenuhi dengan baik.
Pertamina konsumsi energi Prabowo pertumbuhan ekonomi energi baru