Banyak warga Palestina di Gaza utara menolak perintah pengungsian yang dikeluarkan oleh militer Israel. Penolakan ini terjadi saat militer Israel semakin memperdalam operasi mereka di daerah tersebut.
Sejak dimulainya operasi militer besar-besaran pada 6 Oktober, Israel telah memerintahkan evakuasi penuh bagi 400.000 penduduk yang tersisa di Gaza utara. Namun, banyak yang tidak mau meninggalkan rumah mereka meskipun situasi semakin memburuk.
Selama akhir pekan lalu, pasukan Israel memperluas serangan mereka di Gaza utara. Tank-tank Israel dilaporkan telah mencapai bagian utara Kota Gaza dan membombardir beberapa distrik di lingkungan Sheikh Radwan.
Sebuah serangan drone Israel pada hari Minggu lalu juga menyebabkan tragedi ketika lima anak yang sedang bermain di dekat sebuah kafe di area al-Shati, Gaza utara, terbunuh. Berita ini dilaporkan oleh kantor berita Palestina, Wafa.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 300 orang telah tewas dalam serangan yang berlangsung selama sembilan hari ini. Kementerian juga melaporkan bahwa banyak orang diperkirakan masih terjebak di jalan dan di bawah puing-puing bangunan yang tidak dapat dijangkau oleh tim medis.
Situasi di Gaza utara semakin mengkhawatirkan dan menjadi perhatian dunia. Dengan semakin banyaknya korban jiwa, harapan untuk perdamaian dan keamanan di kawasan ini semakin tipis. Warga Palestina terus berjuang dalam menghadapi tantangan yang sangat berat ini.
Palestina Gaza Israel evakuasi korban