Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gilad Erdan, baru-baru ini membuat pernyataan yang mengejutkan. Dalam sebuah wawancara dengan i24News yang tayang pada Selasa malam, Erdan menyatakan bahwa gedung PBB yang terletak di Yerusalem seharusnya "dihapus dari muka bumi".
Erdan menjelaskan, "Gedung PBB di Yerusalem perlu ditutup dan dihapus dari muka bumi. Bangunan ini terlihat indah dari luar, tetapi sebenarnya bengkok dan tidak sesuai dari dalam." Pernyataan ini menggarisbawahi ketidakpuasan Erdan terhadap keberadaan PBB di wilayah tersebut.
Pada bulan Mei, Erdan mengumumkan bahwa masa jabatannya sebagai duta besar akan segera berakhir setelah empat tahun. Selama menjabat, ia sering kali mengungkapkan kritik terhadap PBB, khususnya kepada Sekretaris Jenderal, Antonio Guterres, serta Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Bulan lalu, Erdan juga menyatakan perlunya "langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap PBB, termasuk menutup kompleks PBB di Yerusalem dan mengusir kepala lembaga yang berada di Israel. Ia ingin mengirimkan pesan yang jelas bahwa PBB tidak boleh terus-menerus berpihak dan mengeksploitasi Israel tanpa konsekuensi.
Menyusul opini penasihat yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) tentang tindakan Israel di Tepi Barat yang diduduki, Erdan juga mengkritik keputusan tersebut. Ia menyebutnya sebagai "keputusan yang bengkok dan tidak bermoral" yang merupakan bagian dari serangkaian keputusan PBB yang dianggap merugikan Israel.
Selain itu, dalam wawancara tersebut, Erdan mengungkapkan ambisinya untuk memimpin partai Likud yang saat ini berkuasa di Israel. Ia mengungkapkan, "Saya tahu saya memiliki misi. Saya melihat diri saya memimpin Likud di masa depan setelah era Netanyahu.”
Erdan PBB Yerusalem pemerintahan Israel