Jakarta, 15 Oktober 2024 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan rencana untuk meningkatkan lifting minyak Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar produksi minyak dan gas di Indonesia dapat meningkat.
Bahlil menjelaskan bahwa peningkatan lifting minyak ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. "Kita perlu melakukan beberapa langkah untuk menaikkan lifting minyak RI," ujarnya. Ia menyebutkan ada tiga cara utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Langkah pertama adalah mengaktifkan sumur-sumur minyak yang saat ini dalam keadaan idle atau tidak digunakan. Dengan mengoperasikan kembali sumur-sumur tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak secara signifikan.
Selain itu, Bahlil juga menekankan pentingnya melakukan intervensi teknologi pada sumur yang sedang beroperasi. "Kita perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi dari sumur-sumur yang sudah berjalan," tambahnya.
Langkah terakhir yang diungkapkan adalah mempercepat proses eksplorasi sumber daya minyak dan gas. Dengan melakukan eksplorasi yang lebih cepat, diharapkan dapat ditemukan lebih banyak cadangan minyak yang dapat dimanfaatkan.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Presiden Jokowi menyatakan bahwa jika lifting minyak terus menurun, maka anggaran negara akan semakin terbebani untuk melakukan impor minyak dan gas. Hal ini penting untuk diperhatikan, mengingat kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Program Market Review yang dipandu oleh Prasetyo Wibowo akan membahas lebih dalam mengenai isu ini pada Selasa, 15 Oktober 2024, pukul 10.30 – 11.00 WIB. Acara ini dapat disaksikan secara langsung di IDX Channel dan melalui live streaming di www.idxchannel.com serta aplikasi IDX Channel TV.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia lifting minyak strategi energi