Uni Eropa Terapkan Sanksi Baru Terhadap Iran
Pada 15 Oktober 2024, para menteri luar negeri dari negara-negara Uni Eropa (UE) telah memutuskan untuk memberlakukan sanksi baru terhadap Iran. Keputusan ini diambil setelah adanya tuduhan bahwa Iran telah mengirimkan roket balistik kepada Rusia. Sanksi ini ditujukan kepada perusahaan, lembaga, dan individu yang terlibat dalam produksi dan pengiriman senjata tersebut.
Dalam pengumuman resmi, sanksi terbaru ini mencakup tiga maskapai penerbangan Iran, yaitu Iran Air, Saha Airlines, dan Mahan Air. Selain itu, dua perusahaan pengiriman dan dua perusahaan yang terlibat dalam produksi bahan bakar roket juga termasuk dalam daftar sanksi.
Lebih lanjut, sanksi juga dikenakan kepada Sajed Hamseh Ghalandari, yang menjabat sebagai wakil menteri pertahanan Iran, serta beberapa anggota Revolusi Garda Iran. Dengan sanksi ini, total ada tujuh perusahaan dan tujuh individu yang ditambahkan dalam daftar sanksi.
Dengan diberlakukannya sanksi ini, aset mereka yang berada di wilayah Uni Eropa akan dibekukan. Selain itu, mereka juga akan dikenakan larangan masuk ke negara-negara UE. Sanksi ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya pada bulan Mei, negara-negara UE juga telah memberlakukan sanksi terhadap Iran karena pengiriman senjata kepada kelompok milisi seperti Hisbollah di Lebanon dan Huthi di Yaman.
Sanksi-sanksi ini menunjukkan komitmen Uni Eropa untuk menanggapi tindakan yang dianggap mengancam stabilitas internasional, terutama terkait dengan konflik yang terjadi di Ukraina. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan tekanan pada Iran untuk menghentikan keterlibatannya dalam pengiriman senjata yang merugikan berbagai pihak.
sanksi Iran Uni Eropa senjata Rusia