Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lance Wallnau: Pendukung Trump dan Pengaruh Kristen di Politik

Lance Wallnau, Pendukung Trump dan Pengaruh Kristen di Politik

Lance Wallnau, seorang pemimpin dalam gerakan evangelis yang berkembang pesat, baru-baru ini menyampaikan pentingnya pemilihan ulang Donald Trump untuk menyelamatkan Amerika. Dalam sebuah acara yang dihadiri sekitar 2.000 orang di bawah tenda pada akhir Juli, Wallnau turun dari panggung untuk memberikan doa dan menjelaskan pandangannya.

Wallnau, yang berusia 68 tahun, merupakan sosok penting dalam New Apostolic Reformation, sebuah gerakan yang memadukan pengalaman langsung dengan Roh Kudus dan panggilan untuk terlibat dalam politik sebagai bentuk "perang spiritual." Ia menentang aborsi dan pernikahan sesama jenis, tetapi tujuannya yang utama adalah untuk meningkatkan pengaruh orang Kristen dalam masyarakat.

Dalam acara yang dikenal sebagai "Courage Tour," Wallnau menggabungkan kebangkitan spiritual dan mobilisasi politik untuk mendukung Trump kembali ke Gedung Putih. Pada akhir pekan baru-baru ini, JD Vance, pasangan calon Trump, juga hadir di acara Wallnau di Pennsylvania. Vance menyatakan, "Jika orang Kristen tidak keluar untuk memilih, suara orang Kristen tidak akan terdengar di negara ini."

Matthew Taylor, seorang ahli yang mempelajari New Apostolic Reformation, menyatakan bahwa Wallnau telah memberikan dasar teologis bagi konservatif religius untuk menerima Trump. Menurut Taylor, Wallnau bukan hanya sekadar pendukung kandidat politik, tetapi juga merupakan ancaman bagi pemisahan antara gereja dan negara. "Saya akan menyebut Lance Wallnau sebagai supremasi Kristen," kata Taylor. "Dia ingin orang Kristen memimpin masyarakat dan menghancurkan dinding pemisahan antara gereja dan negara."

Dalam sebuah wawancara, Wallnau menjelaskan bahwa ia mendukung pengaruh Kristen, bukan pengambilalihan. "Saya mendukung orang-orang dengan pandangan dunia Kristen, bahkan jika mereka bukan evangelis yang terdaftar, seperti Trump," ujarnya.

Wallnau terus berupaya menggerakkan orang Kristen untuk berpartisipasi dalam pemilu mendatang, mengingat kepentingan politik yang semakin mendalam dalam komunitas evangelis.

library_books Wsj