Beberapa hari setelah merayakan ulang tahun ke-18 masa pemerintahannya, Kiingi Tuheitia Pōtatau Te Wherowhero VII, Raja Māori Selandia Baru, telah meninggal dunia pada usia 69 tahun. Kabar tersebut diumumkan oleh kantornya, yang menyatakan bahwa beliau menghembuskan nafas terakhir secara damai di rumah sakit, dikelilingi oleh keluarga.
Kiingi Tuheitia lahir dengan nama Tūheitia Paki pada tahun 1955. Ia naik takhta pada tahun 2006 setelah ibunya, Te Arikinui Dame Te Atairangikaahu, wafat. Selama masa pemerintahannya, Tuheitia dikenal sebagai sosok penyatu. Ia sering menyerukan agar semua Māori bersatu menghadapi tantangan dan kebijakan yang mengancam keberadaan mereka.
Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, mengungkapkan bahwa ia tidak akan melupakan "pengabdian yang tak tergoyahkan" dari raja. Dalam pernyataannya, Luxon menegaskan bahwa Kiingi Tuheitia telah "membentuk Selandia Baru secara mendalam."
Raja Inggris, Charles, juga menyampaikan rasa dukanya. "Saya sangat bersedih mendengar tentang kematian raja di negara Persemakmuran ini. Saya merasa terhormat mengenal Kiingi Tuheitia selama beberapa dekade," tulisnya dalam sebuah pernyataan.
Setelah meninggal, jenazah Kiingi Tuheitia akan disemayamkan selama beberapa hari di kediamannya. Selanjutnya, akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Gunung Taupiri, yang terletak sekitar 100 kilometer selatan Auckland. Gunung ini memiliki makna spiritual yang dalam bagi masyarakat Māori, dan bagian bawahnya digunakan sebagai tempat pemakaman. Tradisi menyebutkan bahwa ribuan orang biasanya menghadiri upacara berkabung semacam ini.
Kiingi Tuheitia merupakan raja ketujuh dalam sejarah gerakan Kiingitanga, yang didirikan pada tahun 1958 dengan tujuan untuk menyatukan masyarakat Māori di bawah satu pemimpin. Meskipun para raja Māori tidak memegang kekuasaan di tingkat pemerintahan, mereka memiliki peran simbolis dan budaya yang penting, menjaga persatuan di antara berbagai suku Māori. Saat ini, sekitar 900.000 Māori tinggal di Selandia Baru, yang mewakili sedikit lebih dari 17 persen dari total populasi negara tersebut.
Kematiannya Kiingi Tuheitia Selandia Baru