Contoh Bonus Tempat Kerja yang Menggelikan dan Berbahaya
Di dunia kerja, kita sering mendengar tentang bonus. Namun, tidak semua bonus memberikan dampak positif. Ada banyak contoh yang menunjukkan bagaimana insentif bisa berakibat buruk.
Salah satu contoh yang terkenal adalah pabrik paku di Uni Soviet. Pabrik ini berusaha memenuhi kuota dengan memproduksi satu paku raksasa yang tidak berguna. Contoh ini sering dijadikan lelucon untuk menunjukkan betapa tidak efektifnya sistem insentif yang buruk.
Di Amerika, Wells Fargo, sebuah bank yang dulunya dihormati, terlibat dalam skandal besar. Hal ini terjadi karena mereka memberikan target penjualan yang sangat ketat kepada karyawan. Karena tekanan tersebut, beberapa karyawan membuka akun tabungan tanpa izin dan menerbitkan kartu debit yang tidak diinginkan untuk mencapai target. Skandal ini menunjukkan betapa berbahayanya insentif yang tidak dipikirkan dengan matang.
Dalam sistem kesehatan, insentif yang konyol juga dapat menyebabkan masalah. Misalnya, di Iran, insentif keuangan mendorong dokter untuk melakukan lebih banyak operasi caesar, yang tidak selalu diperlukan. Di Inggris, sistem kesehatan yang sama membuat pasien sulit mendapatkan perawatan gigi yang memadai.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa insentif ini sering kali memiliki konsekuensi yang tidak terduga. Oleh karena itu, penting untuk merancang sistem insentif yang lebih baik agar dapat membantu, bukan merugikan.
Dari semua contoh ini, kita dapat belajar bahwa memberikan bonus atau insentif perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika tidak, tujuan baik bisa berubah menjadi masalah yang lebih besar.
Illustrasi oleh: @paulyblow
bonus tempat kerja insentif Wells Fargo kesehatan