Masayoshi Son, seorang pengusaha teknologi asal Jepang, memiliki perjalanan karier yang penuh dengan keberhasilan dan kegagalan. Pada tahun 2000, saat puncak gelembung dotcom, Son sempat menjadi orang terkaya di dunia. Namun, kekayaannya segera berkurang drastis ketika ia kehilangan sekitar 77 miliar dolar AS dalam bentuk kekayaan kertas, jumlah yang lebih besar daripada yang pernah dialami oleh orang lain sebelumnya.
Son dikenal karena investasi yang sangat berani. Salah satu investasi terbaiknya adalah ketika ia menaruh 20 juta dolar AS pada Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar di Cina. Investasi ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah modal ventura. Namun, tidak semua investasi Son berhasil. Taruhannya senilai 16 miliar dolar AS pada WeWork justru dianggap sebagai salah satu kegagalan terbesar.
Selama periode antara 2017 hingga 2020, Son sering membahas kecerdasan buatan (AI) lebih dari 500 kali dalam presentasi pendapatannya. Namun, kini ia tampak terlambat untuk benar-benar memasuki bisnis AI tersebut.
Banyak orang menganggap Son sebagai seorang "jenius", tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai "uang bodoh" karena beberapa keputusan investasinya yang kontroversial. Meskipun memiliki visi yang jauh ke depan, situasi terkini membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa ia tampak lambat untuk mengikuti perkembangan teknologi terbaru.
Perjalanan Masayoshi Son menunjukkan bahwa dalam dunia investasi, kesuksesan dan kegagalan sering kali berjalan beriringan. Ia tetap menjadi sosok yang menarik perhatian banyak orang dalam industri teknologi.
Masayoshi Son Alibaba WeWork investasi teknologi