Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan bahwa program sejuta rumah telah berhasil membangun sebanyak 9.206.369 rumah atau sekitar 9,2 juta unit. Program ini telah dilaksanakan selama sepuluh tahun, dari tahun 2015 hingga 2024, dengan penggunaan anggaran sebesar Rp67,11 triliun.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya kelanjutan program penyediaan perumahan rakyat. Ia menyatakan bahwa target capaian harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi seluruh rakyat Indonesia. "Penyediaan hunian layak di Indonesia tidak hanya dikhususkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tetapi seluruh rakyat Indonesia yang membutuhkan rumah harus kita layani secara baik," ujar Basuki dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis, 29 Agustus.
Program penyediaan perumahan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan selama delapan tahun terakhir mencakup berbagai jenis pembangunan rumah. Di antaranya adalah pembangunan Rumah Susun sebanyak 65.235 unit, Rumah Khusus sebanyak 37.516 unit, serta Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Swadaya mencapai 1.432.278 unit. Selain itu, terdapat Bantuan Pembangunan Prasarana dan Sarana Umum (PSU) sebanyak 220.665 unit.
Keberhasilan program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan perumahan yang layak bagi warganya, yang merupakan salah satu hak dasar setiap manusia. Program sejuta rumah diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap hunian yang nyaman dan aman.
program sejuta rumah Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono