Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, baru-baru ini menuai banyak kritik setelah menyatakan keinginannya agar Israel memperluas wilayahnya hingga Damaskus. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah dokumenter berjudul "In Israel: Ministers of Chaos," yang diproduksi oleh saluran layanan publik Eropa, Arte.
Dalam wawancara tersebut, Smotrich menyatakan bahwa Israel akan melakukan perluasan "sedikit demi sedikit" dan pada akhirnya akan mencakup semua wilayah Palestina serta negara-negara tetangga seperti Yordania, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, dan Arab Saudi. Ia mengutip ideologi "Israel yang lebih besar," yang menginginkan perluasan negara Israel di seluruh Timur Tengah.
"Tertulis bahwa masa depan Yerusalem adalah untuk memperluas hingga Damaskus," ujar Smotrich.
Pernyataan yang dianggap provokatif ini langsung mendapatkan tanggapan dari Kementerian Luar Negeri Yordania, yang menyebutkan bahwa pernyataan tersebut menunjukkan ideologi Smotrich yang berbahaya dan "rasis". Mereka mengecam pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa hal itu tidak dapat diterima.
Sebelumnya, Smotrich juga menyampaikan pandangannya di sebuah upacara peringatan untuk seorang aktivis Likud di Paris. Dalam kesempatan tersebut, ia berbicara dari podium yang dihiasi peta Israel yang mencakup Yordania, dan menyebutkan bahwa "tidak ada yang namanya rakyat Palestina."
Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan, Smotrich kini juga memiliki kekuasaan yang signifikan atas wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Kritik terhadap Smotrich mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung di wilayah tersebut, di mana isu-isu tentang identitas, hak tanah, dan kekuasaan politik menjadi sangat sensitif. Dengan pernyataan-pernyataannya, Smotrich menambah ketegangan dalam situasi yang sudah rumit ini.
Israel Bezalel Smotrich perluasan wilayah Damaskus kritik