Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Aplikasi TEMU dari China Dipastikan Tidak Masuk ke Indonesia

Jakarta – Aplikasi e-commerce bernama TEMU yang berasal dari China dipastikan tidak akan dapat masuk ke pasar Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Fiki Satari, Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), pada Rabu (2/10/2024).

Fiki menjelaskan bahwa aplikasi TEMU telah berusaha mendaftarkan mereknya di Indonesia sebanyak tiga kali sejak September 2022. Upaya terakhir dilakukan pada 22 Juli 2024 ketika TEMU mengajukan ulang pendaftarannya di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM).

"Aplikasi TEMU dari China ini sudah coba mendaftarkan merek, desain, dan lainnya ke DJKI. Namun, pendaftaran tersebut tidak dapat diterima karena sudah ada perusahaan asal Indonesia yang memiliki nama serupa dan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang hampir sama," ujar Fiki.

Walaupun TEMU tidak dapat masuk ke Indonesia, Fiki menekankan pentingnya pemerintah untuk tetap waspada. Ia mengkhawatirkan jika aplikasi tersebut berhasil masuk, keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di dalam negeri bisa terancam. TEMU bisa memfasilitasi transaksi langsung antara pabrik di China dan konsumen di Indonesia, yang dapat mengurangi peluang bagi UMKM lokal.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan terhadap usaha lokal dalam menghadapi persaingan dari platform asing. Pemerintah diharapkan untuk selalu menjaga kepentingan UMKM agar dapat bertahan dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.

library_books Idx Channel