Seorang gadis berusia sembilan tahun, yang mengalami luka parah akibat serangan bom Israel di Gaza, tiba di Afrika Selatan pada hari Jumat untuk mendapatkan perawatan medis. Gadis yang bernama Mira ini bakal menerima penanganan di sebuah rumah sakit swasta di Johannesburg.
Mira bukan satu-satunya anak yang dibawa untuk perawatan. Dia akan ditemani oleh dua anak Palestina lainnya: Lina, yang berusia 17 tahun, dan Sanad, yang baru berusia satu tahun. Ketiga anak ini juga terluka akibat serangan bom yang sama dan memerlukan perawatan medis untuk mengatasi patah tulang dan luka bakar yang mereka alami.
Setibanya di Bandara Internasional OR Tambo, Mira disambut oleh sebuah kerumunan orang yang menunjukkan dukungan dan empati. Mereka semua berharap agar anak-anak ini mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan, baik dari segi fisik maupun dukungan psikososial.
Dalam perjalanan ini, kedelapan pendamping, termasuk orang tua dan saudara kandung, akan memberikan dukungan emosional kepada mereka selama masa pemulihan. Evakuasi para anak Palestina ini merupakan yang pertama kalinya mereka dibawa ke Afrika Selatan untuk mendapatkan perawatan.
Proses evakuasi ini difasilitasi oleh sebuah organisasi yang berbasis di AS, yaitu Palestinian Children’s Relief Fund (PCRF). Sejak bulan Januari, PCRF telah mengoordinasikan evakuasi lebih dari 120 anak Palestina dari Gaza ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa serta Timur Tengah.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejak awal bulan Oktober 2023, sekitar 5.000 orang telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di luar Gaza. Namun, masih ada sekitar 10.000 orang yang menunggu untuk dievakuasi dari wilayah yang dilanda konflik ini.
anak Palestina perawatan medis Afrika Selatan