Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Udara Israel Targetkan Konvoi Bantuan Kemanusiaan di Rafah

Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel baru-baru ini menargetkan sebuah konvoi bantuan kemanusiaan yang membawa pasokan medis dan bahan bakar untuk rumah sakit yang dikelola oleh Uni Emirat Arab di Rafah, yang terletak di Jalur Gaza. Dalam insiden tragis ini, beberapa pekerja dilaporkan tewas.

Pasukan Israel mengklaim bahwa serangan dilakukan karena konvoi tersebut disusupi oleh "penyerang bersenjata" yang berusaha merebut kontrol atas kendaraan dalam konvoi tersebut. Namun, organisasi amal asal Amerika Serikat, Anera, yang mengorganisir konvoi itu, menyatakan bahwa beberapa karyawan dari perusahaan transportasi yang mereka bekerjasama telah terbunuh dalam serangan tersebut. Menurut laporan yang belum dikonfirmasi, lima orang tewas dalam insiden ini.

Ada beberapa detail penting yang perlu dicatat:

  • Semua korban tewas berada di dalam kendaraan yang memimpin konvoi, yang menjadi sasaran serangan.
  • Anera mengkonfirmasi bahwa konvoi tersebut telah mendapatkan izin dari pihak Israel.
  • Pasukan militer Israel juga mengkonfirmasi adanya izin tersebut, tetapi menambahkan bahwa saat konvoi bergerak, sekelompok penyerang bersenjata merebut kendaraan di depan konvoi.
  • Setelah serangan, militer Israel mengklaim telah berkomunikasi dengan Anera, dan organisasi tersebut mengonfirmasi bahwa semua anggota organisasi dan bantuan kemanusiaan selamat serta berhasil mencapai tujuan mereka.
  • Anera menegaskan bahwa konvoi tersebut sampai di rumah sakit, dan hanya satu dari karyawannya yang terlibat dalam konvoi tersebut, yang juga dinyatakan tidak mengalami luka.

Serangan udara ini terjadi tidak lama setelah insiden lain, di mana pasukan Israel menyerang konvoi yang terdiri dari dua truk Program Makanan Dunia yang jelas teridentifikasi. Akibat serangan tersebut, PBB mengumumkan penangguhan kegiatan mereka di Gaza.

Pada bulan April, serangan udara Israel juga menargetkan konvoi bantuan dari World Central Kitchen (WCK) yang menewaskan tujuh pekerja bantuan. Insiden-insiden ini mengindikasikan semakin meningkatnya ketegangan dan risiko bagi para pekerja kemanusiaan di wilayah yang sedang konflik ini.

library_books Middleeasteye