Jerman telah memutuskan untuk melakukan perubahan pada paket keamanan yang sebelumnya diusulkan terkait dengan bantuan sosial untuk kelompok tertentu dari pengungsi. Salah satu perubahan penting adalah penghapusan pemotongan bantuan bagi pengungsi yang dikenal sebagai "Dublin-Flüchtlinge". Kelompok ini adalah mereka yang sudah terdaftar di negara Uni Eropa lain.
Menurut informasi dari ARD, paket baru ini akan mencakup aturan khusus untuk kasus-kasus sulit, yang juga akan melindungi anak-anak. Selain itu, pemotongan bantuan hanya dapat dilakukan jika pengungsi tersebut benar-benar dapat kembali ke negara Uni Eropa yang bertanggung jawab atas mereka. Anggota partai SPD menyatakan dalam surat kepada anggota mereka bahwa pemotongan hanya akan berlaku jika "tidak ada hambatan untuk kembali".
Dengan adanya perubahan ini, pemerintah Jerman berusaha untuk mengatasi kritik yang muncul selama sesi pendapat ahli di Bundestag. Salah satu kritik yang sering disampaikan adalah tentang kemungkinan pelanggaran hak asasi manusia.
Sementara itu, paket ini juga mencakup peningkatan kemampuan bagi lembaga keamanan untuk melakukan penyelidikan. Salah satunya adalah penggunaan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi tersangka kejahatan. Namun, penggunaannya akan dibatasi hanya untuk kasus kejahatan berat, seperti pembunuhan, penganiayaan, atau pembentukan kelompok teroris. Hal ini berarti bahwa jumlah kasus di mana metode ini digunakan akan jauh lebih sedikit. Partai SPD mencatat bahwa "lingkup penggunaannya akan semakin dibatasi".
Para ahli telah mengkritik rencana ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang signifikan. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk membatasi penggunaan metode tersebut hanya untuk kasus-kasus luar biasa. Selain itu, dalam undang-undang baru tersebut, akan ada evaluasi terhadap langkah-langkah ini setelah tiga tahun, yang akan dilakukan oleh ilmuwan independen, bukan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Terkait dengan rencana pelarangan penggunaan pisau, para ahli keamanan juga mengungkapkan kritik yang tajam. Mereka menyebutnya sebagai "politik simbolik" dan mempertanyakan detail-detail yang belum dirumuskan dengan jelas. Satu pertanyaan yang muncul adalah apakah pisau ikan dari kotak peralatan dapur termasuk dalam kategori pisau yang dilarang.
Dengan perubahan ini, pemerintah Jerman berusaha untuk mencapai keseimbangan antara keamanan dan perlindungan hak-hak pengungsi.
Paket keamanan pengungsi Jerman Dublin kebijakan