Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa deflasi yang terjadi di Indonesia selama lima bulan berturut-turut dapat mempengaruhi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sandiaga menjelaskan bahwa deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa yang dapat terjadi akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Sandiaga mengatakan, "Jika daya beli masyarakat semakin melemah, tentunya ini akan berdampak pada pariwisata." Namun, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai dampak yang mungkin terjadi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akibat deflasi ini.
Meskipun adanya tantangan, Sandiaga tetap optimis bahwa pergerakan wisatawan, baik domestik maupun internasional, tahun ini akan mencapai target yang telah ditetapkan. Optimisme ini didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan nusantara (wisnus) pada bulan Agustus 2024 mencapai 75,88 juta perjalanan. Namun, jumlah ini menunjukkan penurunan sebesar 1,77% dibandingkan dengan bulan Juli yang tercatat sebanyak 77,24 juta perjalanan. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan Agustus 2023, terdapat peningkatan yang signifikan sebesar 29,31% pada Agustus 2024.
Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan, "Secara kumulatif hingga Agustus 2024, jumlah perjalanan wisnus mencapai 674,6 juta perjalanan. Ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu dengan peningkatan sebesar 19,2%."
Informasi dan analisis lebih mendalam mengenai isu ini dapat disaksikan dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo pada tanggal 11 Oktober 2024, pukul 10.00 hingga 10.30 WIB. Program tersebut dapat disaksikan secara langsung di IDX Channel dan juga melalui streaming di aplikasi IDX Channel TV.
Deflasi Sandiaga Uno Pariwisata Ekonomi Kreatif Wisatawan