Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mercedes-Benz Dihadapkan Gugatan atas Kebakaran Mobil Listrik di Korsel

Perusahaan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz, kini menghadapi gugatan dari sekelompok pemilik kendaraan di Korea Selatan. Gugatan ini muncul setelah insiden terbakarnya mobil listrik Mercedes EQE saat diparkir di sebuah apartemen di Incheon.

Menurut laporan dari Yonhap pada hari Kamis, 10 Oktober 2024, para pemilik mobil listrik Mercedes menuduh bahwa pabrikan memberikan informasi yang keliru mengenai penyedia baterai untuk model EQE.

Kuasa hukum para penggugat, Ha Jong-sun, yang berkantor di Seoul, mengungkapkan bahwa setidaknya ada 24 pemilik mobil listrik Mercedes-Benz EQE yang telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Negeri Seoul. Mereka menggugat pabrikan, divisi penjualan, serta dealer yang beroperasi di Korea Selatan.

Nilai gugatan yang diajukan mencapai 10 juta won, yang setara dengan sekitar Rp115 juta per orang. Namun, nilai tersebut berpotensi meningkat seiring dengan menunggu hasil penyelidikan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha terhadap iklan yang dibuat oleh Mercedes.

Isu kerentanan baterai mobil listrik kini menjadi perhatian utama di industri otomotif, terutama di Korea Selatan. Kebakaran yang terjadi pada mobil Mercedes EQE tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada mobil tersebut, tetapi juga merembet hingga lebih dari 100 mobil lain yang terbakar di area parkir yang sama.

Ha Jong-sun menyatakan bahwa ia yakin Mercedes mengetahui adanya cacat pada baterai mobil listrik setelah insiden di Incheon. Dia juga menilai bahwa perusahaan tidak mengambil tindakan apapun, termasuk menarik kembali (recall) mobil tersebut, sehingga terkesan menyembunyikan cacat yang ada.

"Mercedes harus bertanggung jawab atas ganti rugi sebesar 350 juta won, yang merupakan lima kali lipat biaya penggantian setiap baterai," ungkap Ha.

Masalah kerentanan baterai ini diduga berkaitan dengan fakta bahwa baterai untuk Mercedes-Benz EQE disuplai oleh Farasis Energy, sebuah perusahaan asal China yang tidak termasuk dalam daftar 10 besar penyedia baterai mobil listrik di dunia.

Para penggugat mengklaim bahwa mayoritas mobil listrik Mercedes-Benz EQE menggunakan baterai dari Farasis. Padahal, mereka berpendapat bahwa pabrikan asal Jerman itu sebelumnya mengklaim menggunakan baterai dari CATL, yang merupakan pemimpin pasar baterai listrik global.

Fakta ini terungkap dalam wawancara dengan mantan VP Mercedes-Benz untuk divisi rekayasa mobil, Christoph Starzynsky, pada tahun 2022, di mana ia menyatakan bahwa Mercedes-Benz EQE akan dilengkapi dengan baterai dari CATL.

library_books Idx Channel