Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Keluarga Merwin dan Tantangan Pekerjaan di Boeing

Tiga generasi pria dari keluarga Merwin telah membangun karir mereka di pabrik Boeing. Tony Merwin, seorang veteran Boeing selama 30 tahun, kini mempertimbangkan sesuatu yang dulunya dianggap tidak mungkin. Ia menyatakan, "Saat ini, dengan keadaan perusahaan seperti ini, saya tidak akan mengarahkan cucu-cucu saya untuk bekerja di sini."

Dahulu, pekerjaan di pabrik di Amerika menjanjikan kehidupan kelas menengah bagi pekerja berpenghasilan rendah seperti Merwin dan ketiga putranya yang kini berusia 30-an. Namun, hal ini tidak lagi berlaku bagi banyak pekerja di sektor manufaktur, meskipun para calon presiden seperti Donald Trump dan Kamala Harris telah berkampanye untuk menghidupkan kembali pekerjaan tersebut.

Tensi ini menjadi latar belakang pemogokan di Boeing. Merwin menjelaskan, "Kesempatan bagi orang-orang yang baru masuk ke perusahaan ini tidak sama dengan yang dulu."

Sejak 13 September, sekitar 33.000 anggota serikat pekerja terbesar di Boeing telah melakukan pemogokan, yang menyebabkan kerugian ratusan juta dolar setiap minggu bagi perusahaan pembuat pesawat ini dan membahayakan upaya pemulihan mereka. Para anggota serikat pekerja secara bulat menolak kontrak yang akan meningkatkan gaji sebesar 25% dalam empat tahun. Boeing kemudian meningkatkan tawarannya menjadi 30%, tetapi serikat pekerja mengatakan bahwa itu masih kurang.

Serikat pekerja juga mencatat bahwa dalam satu dekade terakhir, Boeing hanya menaikkan gaji sebesar 8%, padahal inflasi secara nasional telah meningkat lebih dari 46% dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi para pekerja dalam mendapatkan upah yang sesuai dengan biaya hidup yang terus meningkat.

library_books Wsj