Seorang pria bernama Tan Xianglong di Singapura baru-baru ini dijatuhi hukuman hampir empat tahun penjara. Dia mencoba untuk menjebak istrinya yang terpisah dengan menanam cannabis di mobilnya.
Tan menanam apa yang dia kira lebih dari setengah kilogram cannabis di antara kursi belakang mobil istrinya. Dia berpikir bahwa jumlah tersebut cukup untuk membuatnya terkena hukuman mati karena perdagangan narkoba. Namun, Singapura terkenal dengan undang-undang anti-narkoba yang sangat ketat. Pemerintah setempat menyatakan bahwa hukum ini diperlukan untuk mencegah kejahatan yang berkaitan dengan narkoba.
Kemudian, setelah penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa kurang dari setengah dari zat yang ditanam Tan ternyata benar-benar cannabis. Sebagian besar dari bahan tersebut adalah pengisi dan bukan narkoba.
Kasus ini menunjukkan risiko serius dan konsekuensi dari tindakan ilegal yang dilakukan untuk menghancurkan reputasi seseorang. Singapura secara konsisten mempertahankan kebijakan ketatnya mengenai narkoba untuk menjaga keamanan masyarakat.
pria Singapura penjara narkoba