Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Besar Militer Israel di Kamp Pengungsi Jabalia

Serangan Besar Militer Israel di Kamp Pengungsi Jabalia

Pada hari Rabu, militer Israel meluncurkan serangan besar-besaran di kamp pengungsi Jabalia, yang terletak di bagian utara Jalur Gaza. Serangan ini menunjukkan bahwa mereka sedang melaksanakan rencana kontroversial yang disebut "rencana jenderal", yang bertujuan untuk mengusir seluruh penduduk dari bagian utara Gaza.

Pada hari Senin, militer Israel menjatuhkan selebaran di atas kamp dan daerah lain di utara Gaza, yang menginstruksikan semua warga Palestina untuk segera melarikan diri ke selatan, menuju zona kemanusiaan Mawasi yang sudah sangat padat.

"Kami mengulangi seruan kami untuk Anda di kamp Jabalia agar segera mengungsi dari rumah dan tempat perlindungan," kata Avichay Adraee, juru bicara militer Israel yang berbahasa Arab, dalam sebuah video yang dibagikan di X pada hari Rabu.

"Ini adalah kesempatan Anda. Segera bergerak tanpa menunda dari tempat perlindungan dan rumah Anda ke Jalur Gaza selatan."

Pernyataan tersebut muncul saat tank-tank Israel bergerak lebih dalam ke Jabalia, sementara pesawat tempur terus menggempur area tersebut. Militer Israel telah mengeluarkan perintah pengusiran baru untuk hampir seluruh wilayah utara Gaza, terutama Jabalia, Beit Hanoun, dan Beit Lahia, di mana setidaknya 400.000 orang masih tinggal.

Menurut pertahanan sipil Palestina, serangan tersebut telah menargetkan warga sipil dan rumah mereka, yang "menyebabkan ketakutan dan teror yang signifikan" di kalangan penduduk.

Palang Merah Palestina melaporkan bahwa tim mereka menerima permohonan mendesak untuk mengevakuasi korban tetapi tidak dapat memberikan respon karena intensitas serangan yang tinggi.

"Tentara menembaki siapa saja yang bergerak di area Be’e al-Na’ja, barat Jabalia di utara Gaza," lapor mereka. Sementara itu, penduduk menggunakan media sosial untuk memperingatkan bahwa "Jabalia sedang dihancurkan."

Serangan yang diperbarui ini dimulai pada hari Minggu ketika tank Israel mengepung kamp pengungsi, dan hingga kini telah mengakibatkan kematian setidaknya 19 orang, menurut laporan pertahanan sipil Palestina. Sebagian besar warga Jabalia terjebak di dalam kamp akibat serangan ini.

library_books Middleeasteye