Peneliti dari China telah berhasil melakukan terobosan dalam pengobatan penyakit autoimun dengan menerapkan terapi CAR T-cell dari donor. Terapi ini merupakan yang pertama di dunia dan telah berhasil mengobati tiga pasien yang menderita gangguan autoimun berat.
Terapi ini dikembangkan di Universitas Kedokteran Angkatan Laut di Shanghai. Metode ini menggunakan sel T yang telah dimodifikasi secara genetik dari seorang donor sehat untuk menyerang dan menghilangkan sel B yang berbahaya di dalam tubuh pasien. Dalam waktu beberapa hari setelah perawatan, ketiga pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Salah satu pasien bahkan mencapai remisi total setelah dua bulan.
Teknologi CAR T-cell sebelumnya telah digunakan dalam pengobatan kanker, dan kini dipadukan dengan teknik pengeditan gen CRISPR. Gabungan ini menciptakan pendekatan baru yang berpotensi mengubah cara kita mengobati penyakit autoimun.
Penyakit autoimun seperti sklerosis sistemik dan miopati autoimun dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Dengan adanya terapi ini, diharapkan akan ada harapan baru bagi jutaan orang yang menderita kondisi tersebut di seluruh dunia.
Meskipun hasil awal ini sangat menjanjikan, penelitian lebih lanjut dan uji coba yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas jangka panjang dari terapi ini. Namun, studi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam bidang imunoterapi dan pengobatan yang dipersonalisasi.
terapi CAR T-cell penyakit autoimun penelitian China