Dokter Kyle Baugh, seorang residen di bidang obstetri dan ginekologi di Indiana University School of Medicine, sedang menghadapi keputusan penting dalam karirnya. Di tahun terakhir program residensinya, ia harus memilih apakah akan membangun karirnya di Pantai Timur atau Pantai Barat, antara kota-kota besar seperti Chicago, New York, atau San Diego.
Meski Baugh adalah penduduk asli Indiana dan sering menghadiri Indy 500, ia mengesampingkan Indiana sebagai pilihan. Negara bagian ini termasuk dalam lebih dari selusin negara bagian yang telah memberlakukan larangan atau pembatasan terhadap aborsi. Kebijakan ini berdampak pada jumlah pelamar program residensi OB-GYN, yang mengalami penurunan di negara bagian dengan larangan aborsi.
Sebagian besar dokter khawatir bahwa kurangnya tenaga medis di negara bagian tersebut dapat memperburuk kekurangan tenaga kesehatan di daerah-daerah miskin dan pedesaan, yang juga terdampak oleh pembatasan aborsi. Menurut Baugh, hal ini membawa dilema tersendiri. Ia merasa perlu berpraktik di tempat yang tidak memberlakukan banyak batasan, seperti di California atau New York, namun juga menyadari bahwa kebutuhan akan dokter di Indiana sangat besar.
"Saya, setidaknya untuk sementara waktu, perlu berada di tempat di mana itu bukan menjadi sebuah perjuangan yang berat," ungkap Baugh. Keputusan ini bukan hanya mempengaruhi karirnya tetapi juga kualitas layanan kesehatan yang bisa ia berikan kepada masyarakat.
Dengan semakin ketatnya kebijakan aborsi di beberapa negara bagian, banyak dokter muda seperti Baugh yang harus mempertimbangkan tempat di mana mereka akan berpraktik dan dampaknya terhadap pasien di daerah tersebut.
dokter aborsi karir residency Indiana