Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kekerasan Oleh Masyarakat Ekstrem Kanan Di Inggris Dikecam

Belakangan ini, Inggris dilanda kerusuhan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok ekstrem kanan. Aksi kekerasan ini memicu banyak kecaman dari berbagai kalangan. Banyak orang, termasuk para komentator dari kalangan konservatif dan liberal, berpendapat bahwa perlu ada tindakan untuk mengatasi penyebab mendasar dari kekerasan tersebut.

Sebagian peneliti mengidentifikasi penyebab kekerasan ini sebagai kegagalan dalam penerapan multiculturalisme. Multiculturalisme adalah suatu pendekatan yang mendorong keberagaman budaya di dalam masyarakat. Lebih lanjut, ada yang menyatakan bahwa ada komunitas tertentu yang gagal berintegrasi. Selain itu, ada juga keprihatinan mengenai komunitas pekerja kelas bawah putih yang merasa ditinggalkan serta adanya kekhawatiran yang sah mengenai imigrasi.

Aksi kekerasan ini ditujukan kepada rumah, bisnis, dan tempat ibadah umat Muslim, serta hotel-hotel yang menampung pengungsi dan pencari suaka. Dalam hal ini, menganggap bahwa Muslim hidup dalam segregasi sendiri mirip dengan menyalahkan korban. Pernyataan ini sudah menjadi bahan pembicaraan umum selama beberapa dekade terakhir.

Isu imigrasi telah mengalami perubahan. Awalnya, perhatian hanya tertuju pada tingkat imigrasi saat ini, namun kini berkembang menjadi permusuhan terhadap komunitas minoritas yang sudah lama ada. Kampanye untuk menunjukkan bahwa multiculturalisme telah gagal ternyata tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Ada fenomena menarik di mana beberapa profesional kulit putih mulai mendukung aspirasi kelas pekerja putih. Mereka mengklaim ini dilakukan demi "budaya". Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan kepentingan profesional mereka dalam mempertahankan posisi menguntungkan di dunia akademis dan media, yang terancam oleh partisipasi yang setara.

Sama halnya saat wanita mulai berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan publik dan suara pria kulit putih harus berbagi, saat ini partisipasi kelompok etnis minoritas juga dianggap sebagai potensi ancaman. Mereka merasa suaranya tak lagi dominan dan menganggap dirinya 'ditenggelamkan'. Pandangan ini, meskipun salah, tampak bertujuan untuk melindungi kepentingan profesional kulit putih.

Dengan demikian, kerusuhan ini tidak hanya mencerminkan ketegangan rasial, tetapi juga menunjukkan perubahan dalam dinamika sosial yang lebih luas di Inggris.

library_books