Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyampaikan bahwa dirinya akan menunggu kesiapan Bandara di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebelum memastikan untuk pindah dan berkantor di IKN. Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam keterangan persnya setelah meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Sardjito, Sleman, Yogyakarta, pada hari Rabu.
Jokowi menekankan pentingnya infrastruktur yang matang sebelum melakukan perpindahan. "Lihat kondisi lapangan, karena memang banyak hal yang belum selesai. Misalnya, bandara belum," ungkapnya. Dengan ketidakselesaan bandara, Jokowi mengkonfirmasi bahwa ia tidak akan memaksakan diri untuk pindah ke IKN pada bulan September mendatang.
Bandara merupakan salah satu fasilitas penting dalam sebuah kota, terutama untuk mendukung mobilitas penduduk dan pengunjung. Tanpa adanya bandara yang beroperasi, akses menuju IKN menjadi terbatas. Selain itu, Jokowi menekankan bahwa semua infrastruktur di IKN harus siap dan aman sebelum proses perpindahan dapat dilakukan secara resmi.
Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjalankan secara hati-hati rencana pindahnya Ibukota negara yang baru, sehingga semua aspek infrastruktur dapat berjalan dengan baik dan mendukung pertumbuhan IKN di masa depan.