Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa rumor mengenai keretakan hubungan antara Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dan Presiden Terpilih sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, merupakan isu yang diproduksi oleh pihak-pihak tertentu. Ia mengatakan, hal ini dimaksudkan untuk menciptakan kesan bahwa kedua pemimpin tersebut memiliki pandangan yang berbeda.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, sebelumnya juga menanggapi isu ini. Pada tanggal 27 Agustus, Hasan menegaskan bahwa hubungan antara Jokowi dan Prabowo sangat baik dan tidak ada keretakan. "Tidak benar sama sekali. Pak Prabowo sebagai presiden terpilih dengan Pak Jokowi sebagai presiden yang masih menjabat hari ini, hubungannya sangat baik, sangat mesra," ungkap Hasan di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen kedua pemimpin dalam menjaga hubungan yang harmonis, meskipun ada berbagai spekulasi di luar sana. Isu perselisihan sering kali muncul dalam dunia politik, terutama menjelang pemilihan umum atau saat masa transisi kepemimpinan.
Dalam konteks politik, keretakan hubungan bisa berarti adanya perpecahan dalam visi atau strategi antara dua pemimpin yang biasanya bekerja sama. Namun, dalam hal ini, kedua pemimpin menegaskan bahwa kerjasama tetap berjalan dengan baik demi pembangunan dan kemajuan bangsa.
Jokowi Prabowo keretakan hubungan