Deryck Whibley, vokalis dan gitaris band rock Sum 41, baru-baru ini menerbitkan memoir berjudul "Walking Disaster: My Life Through Heaven and Hell" yang mengungkapkan tuduhan serius terhadap mantan manajernya, Greig Nori. Dalam buku ini, Whibley, yang kini berusia 44 tahun, mengklaim bahwa Nori melakukan pelecehan seksual dan grooming ketika Whibley masih berusia 16 tahun.
Menurut Whibley, Nori yang saat itu berusia 34 tahun, mulai melakukan tindakan pelecehan tersebut. Dalam memoirnya, Whibley mengakui bahwa Nori memanipulasinya dengan cara yang sangat menjijikkan. Nori diduga sering menggunakan istilah homofobik untuk memaksa Whibley agar tidak menolak jika diajak dalam hubungan tersebut.
"Dia bilang saya 'berutang' padanya untuk karir saya," tulis Whibley dalam bukunya. Dia juga mengungkapkan bahwa Nori menekan dirinya untuk melanjutkan hubungan itu dengan alasan bahwa banyak idola rocknya yang queer. Hal ini menunjukkan betapa besar tekanan yang dialami Whibley saat itu.
Isu pelecehan seksual dalam dunia musik bukanlah hal baru, dan banyak yang berharap dengan pengakuan dari Whibley ini, semakin banyak orang yang berani untuk berbicara tentang pengalaman serupa. Memoir ini bukan hanya sebuah catatan pribadi, tetapi juga bisa menjadi suara bagi banyak korban lainnya.
Deryck Whibley dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam industri musik, dan pengakuan ini tentu mengguncang banyak penggemar dan rekan-rekannya di dunia musik. Buku ini kini telah tersedia untuk dibaca, dan banyak yang penasaran untuk mengetahui lebih lanjut tentang kisah hidupnya yang penuh liku-liku ini.
Deryck Whibley Sum 41 pelecehan seksual Greig Nori memoir