Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, baru-baru ini mengungkapkan beberapa peluang investasi yang ada seiring dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang ditetapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam sebuah acara bertajuk BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta pada Selasa, 8 Oktober 2024, Iman menjelaskan bahwa persepsi investor sangat dipengaruhi oleh transisi yang mulus antara pemerintahan yang lama dan yang baru. "Jadi memang kita berharap bahwa, kita enggak bicara apakah jadi 8 persen. Paling enggak maintain seperti hari ini, ya dengan growth GDP minimal 5 persen, itu adalah yang diharapkan investor. Syukur-syukur bisa 8 persen," ungkapnya.
Iman juga menambahkan bahwa meskipun kondisi ekonomi global saat ini tidak stabil, indeks Bursa Efek Indonesia dapat bertahan. "Karena terus terang dengan kondisi saat ini, kita bicara satu tahun ini ya ekonomi global yang resilien, yang payah, itu indeks kita bisa bertahan," tambahnya.
Menurut catatan Iman, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencapai rekor tertinggi baru pada 19 September 2024, yaitu di angka 7.900. Ia menyebutkan bahwa target dari anggota bursa atau para broker sebenarnya adalah mencapai angka tersebut baru di akhir tahun ini.
Iman juga mengingatkan bahwa di pasar modal, investasi tidak hanya berbicara tentang investasi langsung, tetapi juga investasi tidak langsung. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak cara bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pasar modal.
Dengan demikian, meskipun tantangan ekonomi global masih ada, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi tetap ada. Investor diharapkan dapat melihat hal ini sebagai kesempatan untuk berinvestasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bursa Efek Indonesia Iman Rachman investasi ekonomi IHSG