Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Taliban Larang Seni Bela Diri MMA di Afghanistan

Taliban telah mengeluarkan larangan terhadap seni bela diri campuran, atau Mixed Martial Arts (MMA), di Afghanistan. Larangan ini dinyatakan oleh kementerian yang bertugas menyebarkan kebaikan dan mencegah keburukan. Mereka mengklaim bahwa olahraga tersebut melanggar hukum Islam dan dapat menjadi ancaman bagi keselamatan jiwa.

Kementerian olahraga Afghanistan menyatakan, “Permainan bela diri bebas dilarang mulai sekarang dan tidak ada yang diizinkan untuk mempraktikkannya.” Mereka juga menambahkan bahwa olahraga ini memiliki masalah terkait dengan Syariah, dengan banyak aspek yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Penting untuk diketahui bahwa MMA adalah jenis pertarungan yang menggabungkan berbagai disiplin bela diri, seperti tinju, gulat, dan karate. Olahraga ini dikenal dengan kompetisinya yang sangat keras, yang sering kali mengundang kontroversi di berbagai belahan dunia.

Seiring dengan larangan baru ini, banyak petarung MMA asal Afghanistan sudah meninggalkan negara tersebut sebelum larangan diberlakukan. Bahkan, kompetisi resmi sudah hampir tidak ada lagi karena adanya undang-undang yang melarang ‘pukulan wajah’, yang diumumkan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.

Larangan ini menunjukkan terus berlanjutnya ketegangan antara budaya olahraga modern dan interpretasi ketat terhadap nilai-nilai Islam di Afghanistan. Dengan demikian, masa depan MMA di negara tersebut semakin tidak pasti.

library_books Rt