Florida saat ini menghadapi dua badai yang datang berturut-turut. Setelah Hurricane Helene, Hurricane Milton kini mendekat dan diperkirakan akan membawa dampak yang serius. Badai-badai ini telah menyebabkan kerusakan yang meluas dan mengakibatkan jumlah korban jiwa mencapai setidaknya 227 orang di enam negara bagian.
Di tengah kekacauan yang melanda, ada satu kelompok yang sering kali terabaikan dalam situasi darurat seperti ini, yaitu populasi tunawisma. Mereka adalah orang-orang yang sudah rentan sebelum badai datang. Dengan kerusakan yang diakibatkan oleh badai, kebutuhan mereka akan perlindungan dan bantuan semakin mendesak.
Baru-baru ini, Florida menerapkan undang-undang baru yang melarang tidur di properti publik di seluruh negara bagian. Namun, undang-undang ini memberikan pengecualian selama keadaan darurat seperti badai besar. Sayangnya, perlindungan ini akan berakhir begitu perintah keadaan darurat dicabut. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai nasib sekitar 31.000 orang tunawisma di Florida setelah badai berlalu.
Menurut Rachel M. Cohen, seorang koresponden kebijakan, hukum ini bisa membuat situasi tunawisma semakin sulit. Dalam keadaan normal, tunawisma sudah menghadapi banyak tantangan, dan dengan datangnya badai, situasi mereka menjadi semakin parah. Tanpa perlindungan yang memadai, mereka mungkin terpaksa kembali ke tempat yang tidak aman setelah badai berlalu.
Badai ini tidak hanya membawa kerusakan fisik, tetapi juga memperburuk kondisi sosial bagi mereka yang paling rentan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk tidak melupakan kelompok ini di tengah upaya pemulihan bencana. Bantuan dan dukungan harus terus mengalir untuk memastikan bahwa semua warga, termasuk yang tunawisma, mendapatkan perlindungan dan bantuan yang mereka butuhkan.
Florida Hurricane Helene Hurricane Milton tunawisma bencana