Universitas State San Francisco (SFSU) di California baru-baru ini mengumumkan langkah penting untuk mencabut investasi dari empat perusahaan senjata. Keputusan ini dianggap sebagai "kemenangan besar" untuk advokasi hak-hak Palestina di Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Students for Gaza SFSU dan terjadi pada waktu yang krusial untuk gerakan mahasiswa yang mendukung Palestina. Beberapa universitas di seluruh negeri sedang berusaha untuk menghentikan dan mencegah mahasiswa dari melanjutkan advokasi pro-Palestina di kampus mereka. Selain itu, perusahaan media sosial seperti Meta juga berusaha membatasi aktivisme pro-Palestina di platform mereka.
Baru-baru ini, Universitas New York (NYU) memasukkan kritik terhadap Zionisme ke dalam daftar ujaran kebencian. Langkah ini diharapkan akan berdampak negatif pada aktivisme yang menargetkan Israel. Di Universitas Michigan, beberapa mahasiswa ditangkap dengan kekerasan saat melakukan aksi duduk di kampus.
Aktivis merasa bahwa pencabutan investasi dari perusahaan seperti Palantir Technologies, Lockheed Martin, Leonardo, dan Caterpillar terjadi setelah berbulan-bulan protes dan advokasi yang mendesak universitas untuk menarik dana dari portofolio yang merugikan warga Palestina. Perusahaan-perusahaan ini dilaporkan oleh American Friends Service Committee (AFSC) sebagai "meraup keuntungan dari genosida di Gaza."
Adanya tuntutan ini merupakan bagian dari gerakan mahasiswa nasional yang menyerukan agar universitas mengungkapkan dan mencabut investasi dari perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari pendudukan tanah Palestina dan konflik yang berlangsung di Gaza.
Noam Perry, koordinator riset strategis di AFSC, mengatakan bahwa langkah ini sangat signifikan karena mencerminkan "proses transformasi yang dilalui universitas, serta sikap moral yang diambilnya" dalam keputusan untuk mengubah arah investasi mereka.
Universitas San Francisco divestasi Palestina senjata