Selama 11 bulan terakhir, konflik antara Israel dan Gaza telah mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk ilmuwan, akademisi, dan seniman Palestina. Dalam serangan yang berlangsung, Angkatan Bersenjata Israel telah membunuh sejumlah orang beserta keluarga mereka, menargetkan mereka yang memiliki pengaruh dalam kehidupan budaya Palestina.
Serangan ini bukanlah hal baru. Israel memiliki sejarah panjang dalam menargetkan kehidupan budaya Palestina, yang sering kali dianggap sebagai upaya untuk merusak identitas dan warisan budaya di wilayah tersebut. Pada bulan lalu, kita memperingati kematian Ghassan Kanafani, seorang pelopor sastra Palestina, yang dibunuh lebih dari lima puluh tahun lalu oleh bom mobil yang dipasang oleh Mossad di Beirut.
Baru-baru ini, kekerasan Israel juga merenggut nyawa Refaat Alareer, seorang tokoh penting dalam budaya Palestina. Ia terbunuh dalam serangan udara di Gaza pada bulan Desember. Alareer dikenal sebagai pembela hak-hak Palestina, berjuang untuk hak mereka untuk melawan penjajahan. Ia juga aktif mengekspose kejahatan yang dilakukan Israel kepada dunia melalui media internasional, khususnya dalam bahasa Inggris.
Asmaa Abu Matar, seorang mantan murid Alareer, menyampaikan pendapatnya melalui Electronic Intifada. "Dr Refaat telah dibunuh karena suara, kata-kata, dan keberaniannya telah menjangkau dunia, membuka mata orang-orang terhadap kebenaran. Namun, bahkan di tengah kepergiannya, gema ajarannya dan semangatnya yang teguh terus menginspirasi generasi untuk membawa obor yang ia nyalakan," ujarnya.
Selain itu, Muhammed Qraiqea, seorang seniman Palestina yang dikenal karena karya-karyanya yang menggambarkan penderitaan rakyat Palestina, juga menjadi korban dalam serangan yang berlangsung. Karya seninya sering kali mencerminkan realitas kehidupan di Gaza yang dibawah serangan dan kepungan.
Daftar korban yang jatuh akibat serangan ini sangat panjang. Pembunuhan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Israel terhadap ilmuwan, intelektual, dan seniman Palestina tampaknya merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menghancurkan kehidupan budaya Palestina. Suara-suara ini sangat penting untuk mendidik generasi mendatang di Palestina. Kehilan gan mereka adalah kerugian yang tidak terukur.
Israel Gaza budaya Palestina ilmuwan seniman