Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jenrick Serukan Larangan Terhadap Kelompok Ekstremis di Inggris

London, Inggris – Robert Jenrick, salah satu calon pemimpin Partai Konservatif Inggris, baru-baru ini menyerukan pemerintah untuk melarang kelompok-kelompok yang dianggap ekstremis, termasuk organisasi Friends of Al-Aqsa dan Palestinian Forum in Britain. Jenrick, yang juga merupakan mantan menteri imigrasi, mengungkapkan pandangannya dalam sebuah kolom yang diterbitkan di Daily Mail pada hari Senin.

Dalam kolomnya, Jenrick menekankan pentingnya mengamandemen undang-undang untuk mengatasi masalah ekstremisme di jalanan Inggris. "Kita tidak bisa lagi menunggu untuk melarang IRGC (Korps Pengawal Revolusi Iran). Kita harus menangkap kelompok-kelompok ekstremis yang tidak terlibat dalam terorisme, seperti Friends of Al-Aqsa dan Palestinian Forum in Britain, yang merugikan komunitas dan ketertiban publik dengan menciptakan kategori baru untuk melarang organisasi tersebut," tulisnya.

Jenrick adalah salah satu dari empat kandidat yang bersaing untuk memimpin Partai Konservatif, yang mengalami kekalahan telak dalam pemilihan umum Inggris pada bulan Juli lalu. Semua kandidat yang mencalonkan diri merupakan pendukung kuat Zionisme dan mendukung kampanye militer Israel di Gaza, di mana Israel saat ini menghadapi tuduhan genosida di Pengadilan Internasional.

Friends of Al-Aqsa (FOA) dan Palestinian Forum in Britain adalah organisasi yang mempertahankan hak-hak Palestina dan selama ini tidak pernah ditetapkan sebagai kelompok ekstremis oleh pemerintah Inggris manapun. Ismail Patel, ketua FOA, menganggap pernyataan Jenrick sebagai gambaran yang tidak berdasar dan bisa memicu konflik budaya. "FOA telah terlibat dalam mengorganisir lebih dari dua puluh protes dalam setahun ini, dan tidak ada yang melibatkan kekerasan atau vandalisme," ujarnya.

Patel menambahkan, "Seruan Jenrick untuk melarang FOA dari menjalankan hak demokratis mereka adalah tidak lebih dari pemburuan penyihir terhadap mereka yang menerangi pelanggaran Israel terhadap hukum internasional, pengabaian resolusi PBB, pelanggaran Konvensi Jenewa, dan pelanggaran hak asasi manusia."

Langkah Jenrick ini menuai kritik keras dari berbagai pihak yang menilai bahwa tindakan tersebut hanya akan memperburuk ketegangan antara kelompok-kelompok yang berbeda di masyarakat Inggris.

Sementara itu, Jenrick tetap pada pendiriannya, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik di Inggris. Dengan situasi yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, perdebatan mengenai kebijakan luar negeri Inggris dan sikap terhadap konflik Israel-Palestina terus berlanjut di kalangan politisi dan pemilih.

library_books Middleeasteye