Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kenduri Cinta: Diskusi Penting Tentang Eksistensi Negara

Kenduri Cinta, sebuah forum diskusi yang telah berlangsung selama 24 tahun, terus berupaya mengangkat tema-tema kebangsaan dan nasionalisme. Walaupun banyak orang menganggap bahwa pembicaraan tentang negara hanya dilakukan pada momen tertentu, seperti peringatan kemerdekaan pada bulan Agustus, Kenduri Cinta menegaskan pentingnya membahas isu-isu ini sepanjang waktu.

Pada acara yang berlangsung pada 9 Agustus, tema yang diangkat adalah "Impersonation." Dalam diskusi ini, hadir sejumlah tokoh penting, antara lain dr. Ryu Hasan, seorang neuroscientist, serta dua tokoh lainnya, Prof. Bagus Muljadi, dan Bintang Emon. Acara ini juga merupakan bagian dari legasi Emha Ainun Nadjib, yang berfungsi sebagai laboratorium ilmu pengetahuan dan mimbar bebas bagi rakyat.

Dr. Ryu menjelaskan bahwa otak manusia tidak selalu mampu membedakan antara benar dan salah. "Otak manusia bekerja berdasarkan apa yang disukai," ujarnya. Menurutnya, sering kali manusia tidak melatih otak mereka untuk menghadapi konsekuensi dari pemikiran mereka.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi negara, Prof. Bagus Muljadi membaca sebuah puisi karya Cak Nun. Ia menyatakan bahwa majunya sebuah bangsa dapat diukur dari narasi yang ada di masyarakat. "Narasi itu dimulai dari imajinasi, dan salah satu kelemahan bangsa kita adalah kurangnya kemampuan berimajinasi dalam membangun narasi yang kuat," katanya. Menurutnya, narasi yang baik sangat penting untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih besar dan bertanggung jawab.

Sabrang MDP menambahkan bahwa manusia merasa senang bernarasi karena adanya konsistensi. "Dengan konsistensi, orang merasa memiliki kontrol atas narasi yang mereka bangun," ujarnya. Sabrang berharap bahwa Kenduri Cinta bisa menjadi tempat untuk melatih konsistensi narasi, sehingga masyarakat bisa berbagi gagasan dan pikiran dengan lebih baik.

Bintang Emon, yang juga hadir dalam diskusi, membahas situasi demokrasi di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa demokrasi seharusnya berarti bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat. Namun, ia menyoroti fakta bahwa kenyataannya saat ini tidak mencerminkan hal tersebut.

Diskusi Kenduri Cinta bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan ruang yang sangat penting untuk merenungkan dan mendiskusikan nilai-nilai kebangsaan serta eksistensi negara Indonesia.

library_books Kenduricinta