Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

BCA Belum Rencanakan Pemecahan Saham, Ini Alasannya

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), menjelaskan alasan mengapa perusahaan belum berencana untuk melakukan pemecahan saham, yang dikenal dengan istilah stock split. Hal ini diungkapkan saat seminar di Universitas Tarumanegara, Jakarta, pada hari Senin, 7 Oktober 2024.

Saat ini, harga saham BCA mencapai Rp10.300. Menurut Jahja, harga tersebut masih belum tepat untuk dilakukan pemecahan saham. Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini berkaitan dengan permintaan dari investor asing, yang menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perusahaan.

"Kita harus melihat kebutuhan dari investor ritel yang memang menghendaki nilai per saham yang lebih kecil. Namun, di sisi lain kita juga memiliki banyak investor asing," ujar Jahja. Ia menambahkan bahwa bagi investor asing, harga Rp10.000 per saham sebenarnya tidak terlalu tinggi, karena mereka lebih terbiasa dengan harga saham yang lebih tinggi di pasar internasional.

Jahja memberikan contoh mengenai saham Nvidia yang memiliki harga sekitar 100 dolar. "Bagi mereka, membeli satu miliar saham dengan harga Rp10.000 itu mungkin terlihat mahal dan tidak menarik," katanya.

Oleh karena itu, penting bagi BCA untuk menyeimbangkan harga saham agar tetap terjangkau bagi investor ritel, tetapi juga tidak terlalu rendah untuk investor asing. Dengan harga di level Rp10.000, BCA berharap dapat memenuhi kebutuhan kedua jenis investor tersebut.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa BCA tetap berkomitmen untuk mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat dalam pasar saham, baik lokal maupun internasional.

library_books Idx Channel