Pada tanggal 26 Agustus 2024, Lin Zhanxi, seorang peneliti terkemuka di bidang teknologi Juncao, bersama putrinya Lin Dongmei, memperkenalkan inovasi ini kepada siswa dari Rwanda di Universitas Pertanian dan Kehutanan Fujian, Cina. Mereka menjelaskan bagaimana teknologi ini dapat membantu meningkatkan pertanian di negara-negara Afrika.
Teknologi Juncao adalah metode yang memungkinkan jamur dapat tumbuh di substrat berbasis rumput, bukan pada pohon yang ditebang. Ini merupakan solusi untuk mengatasi ancaman industri jamur terhadap hutan. Dalam bahasa Mandarin, "Juncao" berarti "jamur" dan "rumput". Teknologi ini sangat fleksibel, tidak hanya dapat menghasilkan jamur yang dapat dimakan, tetapi juga memberikan pakan ternak dan membantu memerangi proses penggurunan.
Sejak diperkenalkan pada tahun 1990-an, Cina telah membagikan teknologi ini kepada lebih dari 100 negara melalui pelatihan dan demonstrasi langsung. Lin Dongmei, yang meninggalkan pekerjaannya di Singapura pada tahun 2003, kini mengawasi proyek Juncao di Afrika, berupaya membawa perubahan positif bagi petani di wilayah tersebut.
Tim penelitian Juncao yang dipimpin oleh Lin Zhanxi telah melatih lebih dari 8.000 orang dari negara-negara Afrika. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu para petani menghadapi tantangan kemiskinan dan memperkuat kerjasama antara Cina dan Afrika. Lin Zhanxi menekankan pentingnya kolaborasi global dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan inovasi seperti teknologi Juncao, harapan bagi masa depan pertanian di Afrika semakin cerah. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi tetapi juga pada pelestarian lingkungan, melindungi hutan, dan mendukung pertumbuhan komunitas lokal.
Juncao teknologi pertanian Cina Afrika