Laksamana Tang Hua, Panglima Angkatan Laut Taiwan, memperingatkan bahwa kekuatan militer Tiongkok secara "perlahan tapi pasti" meningkatkan kehadirannya di sekitar pulau Taiwan. Dalam pernyataannya, Laksamana Tang menyebut bahwa Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) sedang menggunakan strategi yang disebut "strategi anaconda" untuk menekan pulau tersebut.
Laksamana Tang menekankan bahwa kekhawatirannya didukung oleh data yang menunjukkan peningkatan aktivitas militer Tiongkok. Sejak Lai Ching-te menjabat sebagai presiden Taiwan pada bulan Mei, Tiongkok telah mengerahkan lebih banyak pesawat udara dan kapal angkatan laut di sekitar pulau Taiwan.
Salah satu indikator yang paling mencolok adalah lonjakan jumlah pelanggaran udara oleh PLA di sepanjang garis median, yaitu batas de facto di tengah Selat Taiwan. Jumlah pelanggaran ini meningkat lebih dari lima kali lipat, dari 36 kali pada bulan Januari menjadi 193 kali pada bulan Agustus.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa kehadiran militer Tiongkok di sekitar Taiwan semakin intensif, dan hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Taiwan serta masyarakat umum. Laksamana Tang menegaskan pentingnya untuk tetap waspada terhadap situasi ini.
Namun, meskipun ancaman tersebut semakin nyata, masih banyak orang di Taiwan yang tidak menyadari seberapa dekat dan rutin patroli PLA sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa informasi mengenai situasi keamanan di sekeliling Taiwan perlu lebih disebarluaskan agar masyarakat lebih paham tentang tantangan yang dihadapi.
Situasi ini terus berkembang, dan diharapkan pemerintah Taiwan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga keamanan dan kedaulatan pulau.
Panglima Angkatan Laut Taiwan Tiongkok militer Taiwan PLA